Blogstats4u – Wayang Indonesia semakin dihargai di luar negeri. Seperti halnya Ton van Oevelen, seorang pria Belanda yang tidak punya hubungan sama sekali dengan Indonesia, ternyata tergila-gila pada wayang. Sudah ada 400 wayang yang dikumpulkan olehnya.

Ton van Oevelen senang dengan cerita-cerita wayang. Ia tertarik dengan pahatan yang sangat halus, sesekali ia juga menggelar pameran menampilkan wayang-wayang yang dimilikinya.

“Sejak usia muda saya sudah tertarik dengan wayang. Setelahnya memang sempat berhenti menyukai wayang. Di tahun 1983 untuk pertama kalinya saya beli wayang sebanyak tiga buah. Yah untuk menghias rumah saya.”

Selain itu, ia juga gemar membaca buku soal wayang, untuk mengetahui figur-figur apa saja yang d dimilikinya setelah memiliki sekitar 30 hingga 40 wayang. Cerita di balik wayang yang menyebabkan ketertarikan Ton van Oevelen. Untuk itu setiap ada kesempatan ke Indonesia, ia selalu meluangkan waktu untuk melihat segala pementasan wayang.

“Karena saya ingin melihat bagaimana sih sebenarnya. Kendati saya hanya sedikit mengerti bahasa Indonesia. Tapi kan setiap pertunjukkan selalu saja ada keterangan singkat tentang cerita tersebut. Saya bisa mengikuti alur ceritanya. Sementara turis biasa yang tidak mengerti, langsung saja pergi setelah 15 menit duduk melihat pementasan wayang tersebut.

Sena Wangi
Dengan mendalami cerita-cerita wayang, berkembang pula koleksi boneka wayangnya. Ia terutama mengumpulkan boneka wayang purwa. Untuk menjelaskan siapa figur tersebut, maka Ton van Oevelen mengacu pada enskilopedi Sena Wangi.

Wayang-wayang koleksinya dibeli di pasar loak atau di pasar malam Belanda. Kalau Ton van Oevelen ke Indonesia saja ia menyusun daftar nama-nama figur yang diinginkannya.

Kendati tergila-gila pada boneka wayang, Ton van Oevelen tidak berminat untuk menjadi dalang. Padahal, ia sudah sempat merencanakan untuk bertemu dengan dalang terkenal di Bandung yaitu dalang Asep. Sayangngya pada saat-saat terakhir pertemuan itu batal.

Promosi Wayang
Ia ingin sekali mempromosikan wayang tersebut. Situs yang dibuatnya http://www.wayangpop.nl sejak tiga tahun lalu dan menyedot sekitar 100 pengunjung setiap bulannya. Dan mereka tidak saja datang dari Belanda tapi dari seluruh penjuru dunia. Ia kaget juga ketika ada yang memiliki koleksi lebih banyak darinya yaitu sekitar 1000-an yang berkedudukan di Den Haag, Belanda.

Sebagian koleksinya berasal dari Jawa Tengah dan Barat, namun ia juga punya boneka wayang dari Bali, dan wayang lainnya yang menunjukkan keislaman. Kendati demikian Ton van Oevelen yakin generasi muda di Indonesia juga akan mencintai wayang seperti dirinya.

Karena, menurutnya, seperti contoh terakhir ada pameran wayang di Belanda yang menampilkan figur lain seperti misalnya Batman. Dengan penyesuaian itu maka bukan tidak mungkin boneka wayang juga akan merangkul generasi muda Indonesia.

Share This Post republika.co.id